Hujan Bulan Juni versi novel ini menceritakan kisah cinta antara Sarwono dan Pingkan dalam balutan perbedaan asal-usul budaya, suku, dan agama. Kisah klasik yang dikemas secara modern, alur yang mudah untuk diikuti, kata-kata sederhana tapi dalem, dan cerita romantis yang realistis (terasa nyata). Novelnya pun tidak tebal, hanya 135 halaman.
Judul buku : Hujan Bulan Juni. Pengarang : Sapardi Djoko Damono. ISBN : 978-602-03-1843-1. Cetakan Pertama : 2015. Tebal Buku : 135 halaman. Karya romantis dan impresif yang tak akan lekang oleh waktu melalui simbol alam sebagai sesuatu yang hidup sebagaimana dirasakan manusia. Novel hujan bulan juni merupakan salah satu novel karya Sapardi
Hujan Bulan Juni tak berhenti. Selain dicetak ulang berkali-kali, Hujan Bulan Juni dijelmakan novel dan buku mewarnai. Novel Hujan Bulan Juni lantas menjelma lagi ke bentuk lain, yang secara audio-visual lebih atraktif: film. Hujan Bulan Juni bukan lagi sekadar puisi, namun menjadi peristiwa, yang belakangan kita sebut alih wahana.
HUJAN BULAN JUNI Karya Sapardi Djoko Damono SINOPSIS Hujan Bulan Juni adalah sebuah novel yang menceritakan Sarwono, lelaki keturunan jawa tulen, dengan Pingkan yang sejatinya mempunyai darah Manado dari ayahnya dan darah jawa yang berasal dari ibunya. Sarwono merupakan dosen Antropolog di sebuah universitas.
JAKARTA, KOMPAS.com — Mengapa tentang hujan pada bulan Juni? Pertanyaan itu dilontarkan oleh seorang pembaca kepada penulis dan penyair kenamaan Indonesia, Sapardi Djoko Damono (75), dalam acara peluncuran novel Hujan Bulan Juni di Gramedia Central Park, Jakarta Barat, Minggu (14/6/2015).
Santer dikenal sebagai puisi, Hujan Bulan Juni sebenarnya telah dialih-wahanakan menjadi novel yang berjudul sama. Terbit pada Juni 2015 silam, Hujan Bulan Juni merupakan buku
.
ringkasan novel hujan bulan juni